1. Pengertian Sholat Istikharah
Shalat istikharah (istikhoroh, Arab, صلاة الإستخارة)
adalah salah satu shalat sunnah yang fungsinya untuk meminta petunjuk Allah
atas kebimbangan seseorang dalam mengambil keputusan atau dalam memilih di
antara dua hal yang sulit yang sama-sama baik. Berbeda dengan praktek yang
terjadi di Indonesia, shalat istikharah dilakukan cukup dengan shalat dan
berdoa dan setelah itu, biarkan kelapangan hati memutuskan. Jadi, istikharah
itu tidak memakai mimpi. Jangan pernah memakai mimpi sebagai panduan yang
menuntun hidup seorang muslim.
Salat Istikharah adalah salat sunnat yang dikerjakan
untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada di antara beberapa pilihan
dan merasa ragu-ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal.
Secara logika kita bisa menentukan mana yang baik, dan bagus hal yang akan kita
pilih dan kita putuskan. Namun kita sebagai makhluk selau menginginkan yang
terbaik, maka sudah seharusnya kita terlebih dahulu meminta petunjuk kepada Al
Hadii ( Yang Maha Pemberi Petunjuk ).
2. Niat Sholat Istikharah
Lafadz
atau bacaan niat shalat Istikharoh ialah sebagi berikut.
"Ushalli sunatan istikharati rok,ataini lillahi ta'alaa"
"Ushalli sunatan istikharati rok,ataini lillahi ta'alaa"
Artinya
: Niat aku shalat sunat istikharah dua raka'at sebab Alloh Ta'alaa
anjuran Shalat Istikharah Shalat istikharah boleh dikerjakan paling sedikit dua rakaat atau sampai dua belas rakaat (enam salam).Tata trick atau kaifiyatnya sama bersama shalat fardhu,yg membedakan cuma terhadap niatnya saja.
anjuran Shalat Istikharah Shalat istikharah boleh dikerjakan paling sedikit dua rakaat atau sampai dua belas rakaat (enam salam).Tata trick atau kaifiyatnya sama bersama shalat fardhu,yg membedakan cuma terhadap niatnya saja.
3. Bacaan Sholat Istikharah
Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang
pertama, diutamakan membaca Surah Al-Kafiruun (1 kali). Selepas membaca
Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, diutamakan membaca 1 Surah Al-Ikhlas (1
kali). namun untuk surah yang lain tetap diperbolehkan dibaca selepas membaca
surah Al-Fatihah, baik pada rokaat pertama dan kedua.
4. Waktu yang baik untuk
Shalat Istikharah
Pada dasarnya salat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja,
selain pada waktu-waktu yang terlarang untuk shalat. Namun dianjurkan pada
waktu sepertiga malam terakhir seperti Shalat Tahajud karena kalau dilakukan pada keheningan malam karena
berpotensi lebih dapat mendatangkan kekhusyukan.
5. Dalil Naqli
Hukumnya shalat istikharah adalah
sunnah.
1. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari:
1. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari:
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ , وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ , وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ
Artinya: Ya Allah aku beristikharah
(meminta pilihan) dengan ilmuMu, aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan
aku memohon keutamaan-Mu.
2. Hadits Bukhari dari Jabir:
2. Hadits Bukhari dari Jabir:
عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ
Artinya: Rasulullah mengajarkan kami ber-istikharah dalam seluruh perkara
sebagaimana beliau mengajar kami surat Al-Quran. Beliau bersabda, "Apabila
kalian bermaksud sesuatu, maka shalatlah dua raka'at sunnah kemudian
berdoalah..."
6. Doa Shalat Istikharah
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Artinya :“Ya Allah hamba memohon agar
Tuhan memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Dan hamba memohon
Tuhan memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan
Tuhan yang Besar lagi Agung karena sesungguhnya Tuhan yang Berkuasa sedang
hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih
tersembunyi. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui, bahwa persoalan ini (sebutkan
permasalahan yang anda hadapi) baik bagi hamba, dan baik pula akibatnya bagi
hamba, maka berilah perkara ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba,
kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan jika
tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan
jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah hamba orang yang rela atas
anugrah-Mu.”
7.
Kesimpulan
Berdasarkan keterangan di atas, tata
cara shalat istikharah sebagai berikut:
a.
Shalat
istikharah (istikhoroh, Arab, صلاة الإستخارة) adalah salah satu shalat sunnah yang
fungsinya untuk meminta petunjuk Allah atas kebimbangan seseorang dalam mengambil
keputusan atau dalam memilih di antara dua hal yang sulit yang sama-sama baik.
Berbeda dengan praktek yang terjadi di Indonesia, shalat istikharah dilakukan
cukup dengan shalat dan berdoa dan setelah itu, biarkan kelapangan hati
memutuskan. Jadi, istikharah itu tidak memakai mimpi.
b.
Istikharah dilakukan
ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas
lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.
c.
Bersuci, baik wudhu
atau tayammum.
d.
Melaksanakan shalat
dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, tidak harus shalat khusus. Bisa
juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dll, yang
penting dua rakaat.
e.
Tidak ada bacaan surat
khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat
atau ayat yang dihafal.
f.
Berdoa setelah salam
dan dianjurkan mengangkat tangan. Caranya: membaca salah satu diantara dua
pilihan doa di atas. Selesai doa dia langsung menyebutkan keinginannya dengan
bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perushaan A atau menikah dengan B atau
berangkat ke kota C, dst.
g.
Melakukan apa yang
menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah
tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.
h.
Apapun hasil akhir
setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun
bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus
berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan,
[ ثُمَّ أَرْضِنِى] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya adalah
ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar